Ponorogo, 29 Juli 2026– RABUAN FTIK merupakan rapat koordinasi pekanan yang diselenggarakan oleh Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo setiap Rabu pukul 08.45–09.00 WIB. Forum ini menjadi media komunikasi rutin antara pimpinan fakultas dengan seluruh dosen dan tenaga kependidikan untuk menyampaikan kebijakan, mengevaluasi pelaksanaan program, serta menyinergikan langkah strategis pengembangan fakultas.

Pada Rabu, 29 Juli 2026, RABUAN FTIK dipimpin oleh Kepala Bagian FTIK dan dibuka serta diarahkan oleh Dekan FTIK, Prof. Dr. Mikhibat, M.Ag., M.M. Kegiatan diawali dengan tausiyah yang disampaikan oleh Hariyanto mengenai pentingnya responsibility (tanggung jawab) dan sense of belonging (rasa memiliki) sebagai nilai dasar yang harus dimiliki setiap dosen dalam menjalankan tridarma perguruan tinggi dan membangun kemajuan institusi.

Menanggapi tausiyah tersebut, Kepala Bagian dan Dekan FTIK menegaskan bahwa tanggung jawab, disiplin, serta rasa memiliki terhadap fakultas harus tercermin dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Budaya kerja yang kolaboratif dan profesional diharapkan menjadi kekuatan utama dalam meningkatkan mutu layanan akademik FTIK.

Pada kesempatan tersebut, Dekan FTIK juga menyampaikan apresiasi atas keberhasilan Jurnal Ma’alim meraih Akreditasi SINTA 2. Dengan capaian ini, FTIK kini memiliki tiga jurnal bereputasi nasional terakreditasi SINTA 2, yaitu Edukasia, Tsaqafia, dan Ma’alim. Prestasi tersebut menjadi motivasi bagi seluruh program studi untuk terus meningkatkan kualitas publikasi ilmiah.

Dalam bidang akademik, disampaikan bahwa bimbingan akademik dapat dilaksanakan secara fleksibel, baik melalui SIAKAD maupun secara tatap muka, sehingga layanan kepada mahasiswa tetap optimal.

Rapat juga menginformasikan perubahan jadwal Rapat Dosen FTIK. Semula direncanakan pada 5 Agustus 2026, namun diundur menjadi 6 Agustus 2026 karena pada tanggal 5 Agustus para Ketua Program Studi dan Sekretaris Program Studi mengikuti koordinasi penyempurnaan dokumen kurikulum di Sarangan.

Selain itu, FTIK menegaskan pentingnya branding fakultas yang dilakukan secara terencana dan berkelanjutan ke berbagai daerah melalui penguatan jejaring dengan guru, madrasah, sekolah, dan para pemangku kepentingan. Strategi ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing sekaligus memperluas jangkauan layanan pendidikan FTIK.

Bagi Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG), rapat menghasilkan beberapa tindak lanjut strategis. Prodi PPG diminta menyempurnakan dokumen kurikulum agar tidak hanya mengacu pada kurikulum nasional, tetapi juga selaras dengan visi keilmuan Program Studi PPG dan visi terbaru FTIK. Selain itu, jurnal ilmiah yang sedang dikembangkan oleh Prodi PPG diharapkan terus ditingkatkan kualitas pengelolaannya sebagai langkah menuju akreditasi nasional.

Melalui RABUAN FTIK, diharapkan terbangun komunikasi yang efektif, budaya kerja yang semakin kuat, serta komitmen bersama untuk terus meningkatkan mutu tata kelola, layanan akademik, dan reputasi FTIK, termasuk Program Studi PPG, sebagai bagian dari upaya mewujudkan fakultas yang unggul dan berdaya saing.

Skip to content